Jumat, 08 Februari 2013

Pemimpin Bukanlah Pemilik Bawahan

Dengan cara sedikit absurd saya ingin mengajak anda memahami manajemen dalam tulisan ini.
  • Kita melihat betapa banyaknya pemimpin yang membagi tugas, menyuruh ini dan menyusuh itu sehingga seorang peserta latihan berseloroh ketika berdiskusi mengenai pengertian manajemen: "ilmu suruh-suruh".
  • Kita saksikan betapa banyak orang mengejar jabatan ingin menjadi pemimpin dan istri-istri yang membanggakan karir suaminya selalu mengaitkan dengan jabatan dan uang. Cona tanyakan padanya, apakah anda sudah belajar ilmu manajemen?
  • Henry Fayol menjelaskan manajemen melalui perencanaan, pengorganisasian, aktualisasi, pengendalian. Lainnya memperkenalkan perencanaaan, pengorganisasian, aktualisasi, pengarahan, penganggaran. Berbagai pakar merumuskan definisi yang berbeda-berbeda. Tapi tetap saja takmampu mengingkari perlunya merumuskan tujuan, menyusun langkah untuk mencapaikan, mengajak orang lain bersama-sama berusaha, membimbing, memantau dan memutuskan tindakan sesuai keperluan. Lihatlah seberapa besar porsi "suruh-suruh"-nya.
  • Mahatma Gandhi menggerakkan begitu banyak manusia yang bukan bawahannya. Beatles memimpin perubahan musik dan budaya pop tanpa menggunakan anak buah. Bung Tomo membantu mengatur  perang mempertahankan kemerdekaan dengan kata-kata. Para Nabi dan Rasul .... lebih luar biasa. Di manakah bawahan?

Makna Manajemen

Manajemen bukanlah ilmu, melainkan seni yang memerlukan banyak disiplin ilmu sebagaimana seorang Eifel menciptakan karya seni di Paris. 
  • Karena dia seni, kualitasnya sulit ditentukan, mahzabnya banyak dan tidak ada yang ragu mencampur-campur, yang penting hasilnya laku.
  • Hasil manajemen adalah tercapainya tujuan yang ditetapkan tanpa melihat caranya, tapi kalau caranya salah, maka manajer berhadapan dengan hukum seorang diri.
  • Bisa saja cara mengambil keputusan salah memberikan hasil yang baik. Banyak juga yang mengambil keputusan dengan baik hasilnya buruk dan dipecat. Itulah profesi manajemen.
  • Kalau baca buku manajemen, kita akan disajikan berbagai pemikiran yang seringkali bertentangan tanpa panduan apapun untuk memilah mana yang benar dan mana yang salah. Sebagai seni, penilaian sangat subyektif. Satu-satunya tolok ukur baik atau tidaknya manajemen adalah hasil yang dicapai.
Manajemen dapat dipahami sebagai suatu rangkaian yang memuat perumusan tujuan, perencanaan untuk mencapai tujuan, pelaksanaan pencapaian tujuan, pemantauan pencapaian tujuan dan terakhir: mempertanggungjawabkan semua itu. Lebih rapinya dapat kita susun sebagai berikut:


Manajemen memiliki tiga kegiatan utama:
  1. Perencanaaan
    • Merumuskan tujuan utama
    • Menyusun strategi
    • Merencanakan kegiatan
    • Merencanakan sumberdaya
    • Merencanakan pendanaan
  2. Usaha Mencapai Tujuan
    • Menyiapkan perangkat
    • Menyiapkan manusia
    • Membagi peran
    • Mengendalikan proses
    • Mencatat dan melaporkan
      • Keuangan
      • Kinerja
      • Kondisi
  3. Usaha Minimalisasi Risiko
    • Mengidentfikasi dan memantau risiko
    • Menentukan pencegahan dan penanganan risiko (abate dan mitigasi)
    • Menetapkan kebijakan dan prosedur.
    • Melaksanakan abate dan mitigasi.
    • Memantau perkembangan risiko
    • Mencatat dan melaporkan informasi risiko.
Bagaimana melaksanakan hal-hal di atas, telah saya siapkan pelatihan, konsultasi dan bentuk bantuan teknis manajemen lainnya. Silahkan bagi yang memerlukan dan jangan ragu bertanya di blog ini. 









Tidak ada komentar:

Posting Komentar