Pemanfaatan Teknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam organisasi dan perusahaan umumnya
berkaitan dengan sistem informasi yang terkomputerisasi. Oleh karena itu ada
baiknya kita lebih sedikit fokus pada sistem informasi yang menggunakan
perangkat TIK.
Komponen TIK umum
dikelompokkan sebagai:
- Perangkat Keras (Hardware), yaitu mesin-mesin yang digunakan, misalnya komputer, router, modem d printer.
- Perangkat Lunak (Software), yaitu program, baik yang ditempatkan pada server mapun perangkat lainmua.
- SDM (Brainware).
Untuk keperluan
memahami operasinya akan lebih mudah bila dikelompokkan menjadi:
- Database Server
- Jaringan dan Perangkat Komunikasi
- Perangkat Klien
- Aplikasi
Database
Database seringkali dipadankan dalam Bahasa Indonesia sebagai “Pangkalan Data”, merupakan kumpulan data.
Database erat kaitannya dengan Database Engine yaitu aplikasi yang dirancang untuk menyiimpan, mengambil dan mengubah data. Aplikasi ini umumnya ditempatkan pada salah satu server. Databas Engine yang saat ini populer adalah Microsoft SQL-Server, SQL-Server, SQLLite, Oracle.
Database Server merupakan komputer yang dapat memuat:
1. DS = Data Storage (alat penyimpan data)
2. DE = Database Engine (aplikasi penyimpan dan pengolah data)
3. SA = Server Application (aplikasi server), yaitu aplikasi yang ditempatkan di server.
4. Data Service (aplikasi layanan data) yaitu aplikasi server yang menjadi perantara antara Database Engine dengan Aplikasi lainnya.
Data Storage, Database Engine dan Data Service dapat berada dalam satu server atau server yang berbeda.
Aplikasi tidak selalu harus melalui “data service” untuk memberi perintah pada “database engine”, dengan demikian terdapat alternatif hubungan database sebagai berikut:
1. One Tier : Database Engine Aplikasi
2. Two Tiers : Database Engine Data Service Applikasi
3. Three Tiers : Database Engine Data Service Data Service Applikasi
Saat ini sudah umum digunakan lebih dari dua data service sehingga disebut sebagai n-tiers. Perkembangan tersebut terjadi sebagai upaya peningkatan keamanan data melalui pembatasan akses ke database engine.
Pengembangan lebih rumit lagi adalah dengan membedakan aplikasi server yang melayani aplikasi berdasarkan (kombinasi dari):
• Jenis Perintah ke Database Engine(SQL Type)
• Hak akses (Access Right)
• Aplikasi
• Jenis Jaringan (Public, Private, Dedicated)
• Perangkat
Jumlah lapisan perantara (tiers) antara database engine dengan aplikasi klien tidak selalu menunjukkan mutu pengamanan data.
Jaringan dan Perangkat Komunikasi
Konfiguasi jaringan komunikasi sangat beragam, akan kita perlu memperhatikan pengelompokan yang berpengaruh pada pengembangan aplikasi (program), yaitu:
1. Web-Based (Jaringan Berbasis Web)
2. Non-Web-Based (Jaringan Lainnya)
Jaringan berbasis web tidak hanya jaringan global yang disebut “INTERNET” sebagaimana yang kita gunakan ketika memanfaatkan fasilitas yahoo-mail atau gMail, melainkan juga dapat dikembangkan untuk jaringan terbatas dengan sebutan “INTRANET”.
Keuntungan pemanfaatan jaringan berbasis web yang perlu dipertimbangkan antara lain:
• Dapat diakses dimana saja dan kapan saja.
• Memungkinkan satu aplikasi digunakan oleh pengguna tak terbatas karena sebagian besar aplikasi ditempatkan pada server.
• Kemudahan pengelolaan dan pemeliharaan aplikasi.
Konsekuensi yang perlu dipertimbangkan antara lain:
• Kemudahan akses dari perangkat apa saja memerlukan pengamanan tersendiri.
• Akses fisik ke server sangat membahayakan karena aplikasi mudah dibaca dan diubah, sebagai akibat jarangnya sistem web yang menerapkan kompilasi aplikasi server.
• Server perlu diamankan sedemikian rupa untuk mencegah akses pengguna pada aplikasi server.
Sistem saluran komunikasi pun jarang menerapkan sistem tunggal melainkan kombinasi dari beberapa sistem, misalnya:
• Sistem kabel dan serat optik.
• Sistem tanpa kabel (wireless)
o Wifi
o CDMA
o WCDMA
o HSDPA
• Pemanfaatan Jaringan Telepon.
• Pemanfaatan Jaringan Listrik.
• Pemanfaatan Satelit.
• Pemanfaatan Microwave.
Apa pun kombinasinya, diperlukan:
• Pengamanan data dan informasi yang dikirimkan agar tidak mudah diakses dan dibaca atau dimanipulasi.
• Pemampatan kode informasi (enkripsi dan deskripsi).
Perangkat Klien
Perangkat klien dapat berupa komputer, smartphone atau peralatan khusus yang dirancang untuk suatu sistem informasi.
Aplikasi dalam perangkat klien dapat berupa:
• Browser
• Browser Pluggins
• Aplikasi yang Dirancang Khsusus
• Aplikasi Cilent’s Database
Penjelasan lebih lanjut mengenai hal-hal diatas akan dibahas pada bagian Aplikasi.
Aplikasi
Pada sistem informasi yang menggunakan jaringan web (web-based system) aplikasi memiliki pilihan berikut:
• Aplikasi Browser, yaitu aplikasi yang dapat dijalankan melalui Browser, misalnya Internet Explorer, Chrome, Safari atau Mozilla.
• Aplikasi khusus yang dirancang mampu mengakses jaringan web.
Aplikasi Browser pun dapat dirancang:
• Full Server Application. Sepenuhnya menggunakan aplikasi server dengan konsekuensi operasi dan proses dilaksanakan server. Pada pilihan ini, halaman situs hanya memuat html (hyper-text mark-up language) yang dapat disisipi data dan informasi.
• RIA = Rich Internet Application, yaitu menempatkan sebagian program pada halaman situs sehingga dapat dieksekusi oleh perangkat klien.
Server Application
Selain database engine dan web engine, kita dapat mengembangkan aplikasi server untuk:
• Menyusun rangkaian perintah pada Database Engine.
• Menyusun dan mengirimkan html.
• Mengembangkan aplkiasi layanan data (data sevice).
Bahasa yang populer untuk menyusun “server script” adalah PHP, ASP dan JSP. ASP digunakan untuk menyusun aplikasi web dengan platform Microsoft sedangkan JSP untuk platform Java dan Oracle. PHP umum digunakan untuk platform linux.
Perkembangan html menjadi Html5 merupakan indikator semakin pentingnnya RIA bukan hanya karena tampilannya lebih menarik, melainkan juga memungkinkan:
• Pembagian sebagian beban proses dari server ke perangkat klien.
• Pelaksanaan operasi offline (tanpa koneksi ke server).
Pengembangan RIA dapat memanfaatkan:
• Javascript yang kini telah didukung lebih baik oleh Html5.
• Java FX yang berbasis Java.
• Silverlight dari Microsoft.
• Flash dari Adobe.
Tugas Kelompok
1. Diskusikan mana yang lebih baik, sistem informasi yang memanfaatkan web-based atau yang bukan? Jelaskan alasanya.
2. Diskusikan apakah aplikasi atau sistem informasi yang ada di perusahaan/unit anda memungkinkan akses pihak yang berwenang sehingga risiko pengubahan data yang tidak diinginkan dapat terjadi.
SQL / Standard Querry Language
SQL merupakan bahasa standar yang digunakan untuk memberikan perintah pada hampir semua Database Engine, meskipun beberapa platforms memiliki keunikan. Database Engine yang baik umumnya mendukung standar ANSI sehingga jika kita tidak menggunakan fasilitas unit masing-masing platform, dapat diterapkan pada seluruh database engine yang baik.
Sejalan dengan keuntungan memiliki kompetensi menggunakan Database Engine, auditor perlu mempelajarinya dengan alasan:
• Auditor perlu memahami perintah-perintah SQL yang berbahaya dan mendeteksi kemungkinan perintah tersebut dapat dilaksanakan tanpa melalui aplikasi dan/atau oleh pihak yang tidak berwenang.
• Database Engine menawarkan peningkatan efisiensi dan efektifitas pelaksanakan prosedur yang memanfaatkan data secara signifikan.
Meskipun anda menggunakan ACL, GAS atau perangkat EDP Audit lainnya, pemahaman mengenai SQL masih diperlukan.
Pemanfaatan ACL dan GAS mampu meningkatkan efisiensi dan efektifitas audit. Aplikasi tersebut juga telah teruji keamanannya sehingga auditor dicegah untuk mengubah data produksi (data yang digunakan organisasi/perusahaan). Namun demikian, pemahaman terhadap SQL seringkali bermanfaat untuk dapat menggunakan perangkat yang ada atau ketika kita ingin melaksanakan prosedur yang tidak didukung oleh ACL atau GAS.
Syarat utama yang harus dipenuhi auditor adalah “tidak mengubah data produksi”. Berkenaan dengan hal tersebut, auditor dapat meminta (download) tabel-tabel tertentu untuk diuji lebih lanjut.
Pada bagian ini, kami ingin membekali anda dengan kemampuan tersebut yang dapat diperoleh dari pemahaman terhadap SQL.
Perangkat Database Engine yang kita gunakan untuk mempelajari SQL yang dipilih adalah Microsoft Access dengan pertimbangan:
• Umumnya terdapat di komputer yang anda miliki sebagaimana anda biasa menggunakan Microsoft Office.
• Memenuhi kebutuhan untuk memahami SQL.
• Memiliki fitur yang hampir sama dengan Microsoft SQL Server.
• Memiliki fitur untuk memudahkan pengembangan SQL secara visual.
Anda diharapkan membawa komputer dan memiliki Microsoft Access atau Open Office (versi java open source yang kompatible dengan Microsoft Office) pada sesi ini.
Silahkan copy file ContohSQL.accdb terlampir.
SQL Type
SQL Type adalah jenis-jenis perintah SQL yang terdiri dari:
1. INSERT
2. UPDATE
3. DELETE
4. CREATE
5. DROP
Diantara kelima jenis di atas, kita lebih mendalami perintah INSERT, UPDATE dan DELETE karena perintah CREATE dan DROP mudah dilakukan dengan fasilitas Microsoft Access.
Insert
Sintaks perintah INSERT:
INSERT INTO target [(field1[, field2[, …]])] [IN externaldatabase] SELECT [source.]field1[, field2[, …] FROM tableexpression
atau
INSERT INTO target [(field1[, field2[, …]])] VALUES (value1[, value2[, …])
Untuk memudahkan disampaikan diagram perintah berikut:
Nama Database bersifat opsional. Pada contoh-contoh berikut tidak disertakan karena berada dalam satu database.
Contoh:
INSERT INTO TblPeserta (ID, Nama, Email, Telepon) VALUES ("2", "Abdul Hamzah", "amir_h@gmailcom", "08150000000");
Jika ID pada tabel diatur (setting) sebagai “autonumber”, ID tidak perlu disertakan.
Apabila perintah tersebut dieksekusi atau dikirimkan ke database engine, maka database engine akan menambahkan isi tabel yang bernama TblPeserta.
Update
Sintaks perintah UPDATE:
UPDATE table SET newvalue WHERE criteria;
Untuk memudahkan kami sampaikan diagram perintah berikut:
Nama Database
bersifat opsional. Pada contoh-contoh berikut tidak disertakan karena berada
dalam satu database.
Contoh:
UPDATE
TblPeserta SET Nama = "Nurhasanah", Telepon = "08150000000" WHERE ID =
“2”;
Jika ID pada
tabel diatur (setting) sebagai “autonumber”, ID tidak perlu disertakan.
Apabila perintah
tersebut dieksekusi atau dikirimkan ke database engine, maka database engine
akan menambahkan isi tabel yang bernama TblPeserta.
Delete
Sintaks perintah
DELETE:
DELETE [table.*] FROM table WHERE criteria
Untuk memudahkan
disampaikan diagram perintah berikut:
Contoh:
DELETE * FROM TblPeserta WHERE ID = '2';
Apabila perintah tersebut dieksekusi atau dikirimkan ke database engine, maka database engine akan menghapus record (baris) TblPeserta yang memiliki nilai ID = “1”.
Create
Perintah CREATE dapat digunakan untuk membuat database, tabel, kolom, index dan lain-lain.
Membuat Tabel dengan SQL Create
Sintaksnya sebagai berikut:
CREATE [TEMPORARY] TABLE table (field1 type [(size)] [NOT NULL] [WITH COMPRESSION | WITH COMP] [index1] [, field2 type [(size)] [NOT NULL] [index2] [, …]] [, CONSTRAINT multifieldindex [, …]])
Yang ada perlu ketahui dari sintaks di atas saat ini adalah:
• TEMPORARY akan mengakibatkan obyek yang dibuat bersifat sementara.
• NOT NULL akan menyaratkan suatu field harus diisi.
• WITH COMPRESSION / WITH COMP membuat isi field (kolom) terkompresi (dimampatkan)
• CONSTRAINT memuat persyaratan tertentu (belum perlu kita dalami saat ini).
• Index membuat field terindeks.
Contoh:
CREATE TABLE TblNilai(IDNilai CHAR(20), IDPeserta CHAR(25),NILAI SINGLE);
Drop
Perintah DROP digunakan untuk menghapus dengan sintaks:
DROP {TABLE table | INDEX index ON table | PROCEDURE procedure | VIEW view}
Contoh:
DROP TABLE TblNilai;
Pendalaman lebih lanjut akan menggunakan MySQL dan disajikan tersendiri.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar